Selasa, 06 Januari 2015
MENGENANG ANGGITA RAHMADHANI – 2 TAHUN
Jumat, 05 September 2014
IT'S YOUR WEDDING DAY, BING
24 Agustus….
Bing, tidak ada satupun satuan waktu yang pernah aku lewati seperti hari ini, dimana kata sedih dan bahagia jadi satu. Tidak ada satupun kesimpulan kecuali "Cinta". Kita, dan semua rasa itu, tidak akan bisa tergambarkan oleh kata lainnya.
Bing, mari kita bicara tentang rasa. Sesuatu yang pernah kamu alami, yang pernah kamu rasakan, dan mungkin sering kamu lewati dalam suatu masa. Adakah orang yang membuatmu menyisihkan sebagian waktu untuk sekedar memikirkannya? Yang membuatmu menyiapkan sehelai pakaian dan sepasang sepatu yang serasi, dan merias wajah dan rambutmu dengan sebaik baiknya ?
Adakah orang yang hanya dengan mendengar tawanya saja, kamu merasa tak perlu apa apa lagi ? yang hanya dengan genggaman tangannya, kamu merasa seluruh ketakutan di hidupmu lenyap ?
Bing, mari kita bicara tentang Rasa yang selalu kita endapkan. Bicara tentang aku yang sering mengingkari kata hati pada awalnya. Menciptakan penolakan setiap namamu disebut. "ah, aku bukan siapa siapa ? siapa bilang aku jatuh cinta ?". padahal aku dengan sadar, hanya bersamamu aku merasa tenang, hanya bersamamu aku merasa terlengkapi.
Kita perlu membaca apa yang tertulis dalam takdir kita. Seperti kisah yang sudah kita buat bersama, sesaat itu bagai abadi, pertemuan dengan cinta sejatiku yang tidak pernah aku duga pada hari itu. cinta sejati yang sering kita ingkari.
Ini hari pernikahanmu Bing.
Hari dimana seharusnya semua orang yang mencintaimu akan bahagia.
Ini Hari pernikahanmu Bing. Hari dimana kamu akan sangat cantik. Dimana kamu sandarkan seluruh takdirmu pada seorang laki laki yang kau pilih. Ini hari kemenanganmu bing, dimana Tuhanpun merestui semua pagi, siang, malam, dan subuhmu. Ini hari pernikahanmu bing, dimana semua harapan dan doa doamu akan tercapai. Hari ini.
Ini Hari pernikahanmu Bing. Hari yang kita tunggu, dimana tak sedetikpun hatiku dan seluruh jiwaku luput untuk mendoakan kebahagiaanmu. Memang kau tinggal terlalu sebentar, pergi terlalu cepat. Seperti rahasia ILAHI lainnya yang tak pernah sanggup kita mengerti, walau kadang aku masih sering kurang ajar dengan bertanya pada Allah kenapa Dia memberi waktu sedikit pada kita.
Ini hari pernikahanmu bing, hari yang tak pernah aku sesali, karena dari awalpun aku tak pernah menyesali pertemuan kita.
Ini hari pernikahanmu bing, hari yang tak akan pernah aku hindari, karena sejak awal aku tidak pernah menghindari kebersamaan kita. Seperti waktu yang berputar, pagi menjadi siang, lalu beranjak menjadi senja, dan kemudian menjelma malam. Seperti waktu dimana kamu selalu memintaku menyanyikan lagu pengantar tidur. Detik ini, ketika aku dihadapanmu, ketika waktu terlalu berat untuk berlalu, ketika kau juga kehabisan kata kata dan kita tenggelam dalam lautan bisu. Ini bukan perpisahan, ini sama saja dengan saat kamu manja dan memintaku memainkan lagu tentang "Lullabye". Kau ingin aku menyanyikannya dengan bahagia kan, padahal kau tahu aku tak pernah suka perpisahan. Suatu saat nanti, waktu anak anakmu tak bisa tidur, kau bisa membelai rambut mereka, dan menyanyikan lagu kita. Lagu itu akan berhasil, karena kau sudah terbiasa mendengarkannya dengan hatimu.
Ini hari pernikahanmu bing, hari yang tak ingin kulawan kecuali kerinduanku sendiri. Kerinduan yang akan sangat menyakitkan. Tapi tak apalah bing, sakitnya masih tak seberapa dibanding harus melupakanmu. Tidak ada satupun takdir kita yang aku sesali, karena pada akhirnya aku tahu bahwa hidup hanyalah tentang merelakan dan mengikhlaskan banyak hal. Rasa sakit akan menjelma menjadi doa. Sehingga cinta kita tidak akan pernah berhenti seperti harapan yang mengiringinya. Harapan semoga kamu bahagia, selamanya…
Ini hari pernikahanmu bing, hari dimana mengenangmu akan lebih terasa mengasyikkan. Jika aku jenuh soal cinta, maka aku bisa bercengkerama sejenak pada imajinasi. Pada tempat tempat yang kita kunjungi, pada makanan yang sering kita cicipi, pada egois yang sering membuat kita bertengkar, pada masakan yang sering kau buatkan untukku, pada teori manajemen yang sering membuat kita berdebat, pada rumah kecil yang sering kita impikan, pada coklat almond yang kau suka, pada hobimu untuk melukis, pada mu, pada mu, pada mu, bing.
Tapi seperti yang dikatakan orang kalau cinta akan bermula dan kembali ke tempat yang sama, sama seperti surat ini aku tulis, dan kelak kamu akan mengirimkannya lagi kepadaku. Surat dimana kau akan bercerita tentang hari harimu yang penuh cinta.
Ini Hari pernikahanmu bing, waktu yang akan dipenuhi kasih sayang bersama suamimu dan anak anakmu kelak, dimulai hari ini, di hari pernikahanmu….
Senin, 06 Januari 2014
Hingga Maut Tak kan Bisa Memisahkan Kita
1 Tahun Meninggalnya Anggita Rahmadhani...perempuan yang saya cintai.....
bersabarlah sayangku,
bukankan 1 hari di surga sama seperti 1000 tahun di dunia. tak sampai sehari kau menungguku, aku akan datang menemuimu. masih orang yang sama. laki laki pencemburu yang dulu berusaha untuk mu. di Surga, nanti kita akan menikah. dimana para malaikat dan para syuhada akan menjadi penghulu dan saksinya. di Surga kita akan membangun rumah sederhana yang dulu sangat idamkan. di depannya akan ada taman sederhana dimana didalamnya akan ada bunga bunga yang kau tanam dengan tanganmu sendiri. akan ada sebuah ayunan yang juga aku bangun sendiri tempat anak anak kita bermain. di pojokan pagar akan ada rumah kucing, kau tahu aku tidak suka kucing jadi kita taruk saja di luar rumah. kita akan sholat berjemaah dan mengaji setelahnya, sebelum makan malam dari masakanmu sendiri kita santap bersama dengan 5 anak kita. tidak sayangku,jangan bidadari, jangan mereka yang kau suruh masak, cukup masakan sedehanamu saja.
bersabarlah sayangku,
seperti biasanya kau bersabar mendengar keluh kesah dan amarahku. karena di Surga nantinya tidak akan ada kebencian. tidak akan ada yang menetang cinta kita seperti dulu, tidak ada lagi yang lebih di tuakan selain Cinta. bersabarlah sayangku, seperti yang selalu kau bilang untukku. bersabarlah karena tidak ada yang benar benar berhasil membuat kita terpisah, Bahkan maut sekalipun. Kematian dan takdir hanya berhasil meisahkan jasad kita, tapi bukan mimpi, cita cita, harapan, dan doa kita. dan yang terpenting mereka tak bisa memutuskan cinta kita.
berabarlah sayangku,
karena kita lebih kuat daripada kematian dan takdir. aku tak takut akan kematian, karena itu akan membuka jalan bersamamu. kau juga tidak akan takut gelap lagi, karena di Surga terang benderang seperti yang Allah ceritakan di Surga. bersabarlah untuku...sementara itu doakan aku disini sayangku, melewati malam malam sunyi, cerita cerita sepi, dan doa doa subuh untukmu.
aku, cintamu....
Sabtu, 06 April 2013
#MENGENANG ANGGI 6
...AKU MARAH, IYA AKU MARAH. AKU TAK PERNAH SEKESAL INI PADA ANGGI SELAMA AKU MENGENALNYA. TAPI SEKARANG AKU BENAR BENAR MARAH. DIA MASIH TERGOLEK LEMAH DI TEMPAT TIDUR SEMPIT RUMAH SAKIT. AKU TIDAK BISA MENERIMA KENYATAAN BAHWA DIA HARUS KOMA. SUDAH 3 HARI, DAN DIA BELUM SADAR. KAMR INI DULU YANG JUGA AKU TEMPATI MENJELANG OPERASI MATA, DAN DI TEMPAT INILAH AKU PERTAMA MENGENALNYA. DIA SEPERTI MALAIKAT WAKTU ITU, DAN KINI, SAAT KOMAPUN KECANTIKANNYA TIDAK HILANG. DOKTER SUDAH MEMVONIS KANKERNYA SUDAH STADIUM 3, DAN TIDAK ADA SATUPUN TERMASUK AKU, ORANG TUANYA, DAN BAHKAN MANTAN MANTAN PACARNYA YANG TAHU PENYAKITNYA. AKU MARAH KENAPA DIA TIDAK MEMBERITAHUKU, AKU MARAH KARENA AKU TIDAK SIAP.
AKU MELAKUKAN APA YANG DIA LAKUKAN KETIKA AKU MASIH MENJADI PASIENNYA. MENGGENNGGAM TANGANNYA SEPANJANG MALAM. TANGANNYA DINGIN, WALAU BAGIKU RASANYA MASIH SAMA HANGATNYA DENGAN BEBERAPA TAHUN YANG LALU. DIA MALAIKAT, TUHAN, MALAIKAT TIDAK PERNAH SAKIT. KENAPA ANGGI SAKIT PARAH ? DIA TAK PANTAS MENERIMA INI SEMUA. DALAM BEBERAPA DETIK AKU KEHILANGAN KEPERCAYAAN KEPADA SIAPAPUN TERMASUK DIRIKU SENDIRI. AKU TAK TAHU YANG HARUS AKU MINTA. INI SATU SATUNYA PEREMPUAN YANG AKU KENAL SEKARANG. AKU MERASA TUHAN MEMPERLAKUKANNYA TIDAK ADIL. AKU BINGUNG,,,,,,
Rabu, 03 April 2013
MENGENANG ANGGI #5
Teman temanku bilang almarhumah Anggi lebih dewasa daripada aku sendiri. tentu saja ada beberapa hal yang aku tidak terima dengan penilaian itu. Anggi punya sifat yang suka "ngambek" yang walaupun jarang tapi kalau sudah penyakitnya itu datang pasti akan lama. dulu, aku pernah harus menginap di rumah sakit tempat dia bekerja hanya untuk minta maaf. masalahnya sepele, aku cemburu, diapun cemburu. pertengkaran kecil kami hari itu tak seperti biasanya dan harus berakhir dengan tangisan kecil di ujung perdebatan. Anggi pulang, dan 7 hari aku tak bisa mnghubunginya. dia tidak bisa dihubungi lewat BBM, sms, bahkan telponpun tak pernah dia gubris walau juga tidak dia reject. aku tahu bahwa senin waktu itu, dia harus mengoperasi mata salah seorang pasien. dan ini kesempatanku untuk ketemu dengannya. seperti yang sudah aku sangka, melihatku saja dia tak mau. aku menunggunya di lobi hingga tengah malam, dan ya akhirnya aku menyerah. aku menginap malam itu di lobi rumah sakit. dia sama sekali tak menghampiriku.
besoknya, aku membantu salah satu perawat cowok di RS itu untuk benerin beberapa laptop dan komputer milik rumah sakit itu. ya itung2 itu bayaran aku nginep gratis malam sebelumnya. ada sekitar 3 laptop yang aku benerin, dan sebuah komputer PC yang ternyata admin CCTV di tempat itu. aku iseng buka beberapa bagian video, dan data CCTV waktu aku tidur di lobi. dan di situ, disisi kursi kayu tempat aku tertidur, disisi sebelah timur, dimana dia duduk di dekat kakiku. Anggi datang menghampiriku malam itu ketika aku tertidur. aku yakin dia pasti memaafkanku. buktinya dia datang malam itu, walau juga tidak membangunkan aku dia hanya duduk didekatku sekitar 30 menit sambil melihat dalam........aku berhasil baikan dan mendapatkan maafnya tepat setelah 3 hari aku nginep di RUmah sakit. mungkin sjaa dia terpaksa maafin aku hanya agar aku cepat pulang dan gak terlalu malu maluin karena pacarnya nginep di RS 3 hari...
sekarang, aku masih merasa seperti itu. ketika aku tertidur, aku merasa dia masih melihatku. mungkin membelaiku, membelai rambutku perlahan sambil membenarkan selimut yang tak pernah rapi jika aku pakai tidur. Anggi, dia seakan masih hidup, masih ada dalam hidupku....dia selalu ada dimana aku disini, dimana aku berada, dimana aku selalu mendoakannya. dia pasti melihatku, tersenyum dan tahu bahwa aku masih sangat merindukannya lewat doa doaku....Anggi, dia yang selalu bilang "Cang, aku masih akan selalu disini untuk mu"...dia perempuan yang sama yang selalu bilang bahwa "aku adalah laki laki paling berarti dalam hidupnya". berarti beneran, bukan cuma hanya karena sekedar dibutuhkan...
Minggu, 31 Maret 2013
Mengenang Anggi #4
beberapa hari lagi 100 harinya Almarhumah Anggi, dan rasa rasanya baru kemaren saja dia pergi. dia memang suda biasa pergi lama, bahkan pamitanpun kadang hanya dengan sebuah sticky note laptopku. apalagi kalau sedang menjengukku dengan datang tiba tiba. bahkan ketika studynya belum kelar di singapur pun Anggi kerap memberikan kejutan. aku masih ingat, di hari jumat dia bilang bahwa senin dia ada ujian salah satu matakuliah yang tidak dia sukai. Anggi bilang bahwa ritual kami untuk berbicara lewat telpon setiap sabtu malam ditunda saja. sebenarnya aku tak terlalu susah mengabulkan permintaan nya itu, tarif telpon ke singapura pas weekend ya tentu saja seharga 1 press rokokku untuk seminggu. dan tanpa di duga duga, sabtu malam dia sudah ada di depan pintu kamar dengan tumpukan buku yang tebal. Dan belum habis keherananku dia mencoba menjawab kecurigaanku, "ah belajar juga gak bakalan bikin aku jago mata kuliah ini, jadi aku ke sini saja". dan ya, buku buku tebalnya itu hanya assesoris saja, tak pernah dia buka. besoknya, Anggi pulang ke singapura, dengan wajah khawatir, "Kalo aku nggak lulus, rencana kita tunda lagi dong". aku tak terllau suka kekhawatirannya yang itu.
dia sering pergi, sering bepergian jauh. menjadi platinum member dari sebuah maskapai penerbangan membuatnya sering travelling. diskon yang murah, bahkan ketika aku menjenguknya di singapur, aku mendapat bonus tinggal di Mandarin Hotel, salah satu hotel bintang lima di singapur dengan gratis. dulu, jika kepikiran dia, cukup dengan 500 ribu sudah bisa sampai di changi, dan dia dengan senyum lebar selalu ada di sana 1 jam sebelum aku sampai. dulu, kami memang jauh, tapi selalu ada harapan untuk bertemu. dulu, dia selalu bisa aku gapai. sekarang, dia sudah semakin jauh. tapi tentu saja, aku lega. dia sekarang lebih dekat Tuhan. atau sekarang dia juga di dekatku karena baginya sekarang sudah tidak ada batas dan larangan kami harus bertemu. sudah tidak ada lagi rencana rencana besar kami hanya untuk sekedar ketemu. mungkin saja,,,,dia selalu dekat denganku. aku menyimpannya, dalam sebuah loker di hatiku. :)
Sabtu, 09 Maret 2013
Mengenang Anggi #3
alasan ? "why must need any reason to love something ?". Satu satunya hal yang membuat saya kadang suka jengkel sama anggi ya karena jawabannya yang suka sekenanya. Anggi memang tidak pernah suka berdebat, namun menurut saya ada beberapa hal yang harus diperjelas. bukankah semuanya membutuhkan motivasi. menurut Anggi, untuk apa menjelaskan sesuatu yang memang ingin kita lakukan. dia selalu mensederhanakan semuanya. dia bilang, satu satunya alasan untuk melakukan sesuatu ya karena kita pengen saja melakukannya. aku mulai percaya, aku mulai yakin juga. bahwa tidak semua hal butuh alasan kecuali ya kita mencintai hal yang kita lakukan itu. operasi mata terakhirku gagal, dia sudah hampir menyerah. semua orang menyerah, dan akupun juga semakin menyerah. aku masih ingat sore menjelang magrib. udara yang lumayan dingin di depan pintu kamar rumah sakit. aku berdiri menunggunya. Kedatangannya masih biasa seperti hari hari lainnya. dia menyentuh tanganku pelan, dan mengenggamnya hangat. "Aku akan mendonorkan mataku, untukmu". keputusan yang benar benar gila. bagaimana mungkin seorang perempuan yang sempurna seperti dia harus buta. apa kata dunia jika ada dokter mata yang mengalami kebutaan. aku tak setuju dengan keputusanya, dokter dokter di rumah sakit, keluarganya, tunangannya, semua tak akan setuju dengan keputusan bodoh itu. hanya Anggi, hanya dia sendiri yang setuju dan ngotot mempertahankan pendapatnya. susah di mengerti kemana jalan pikirannya. ketika aku memohon dengan sangat agar keputusannya itu di batalkan , Anggi tak pernah mundur. "Aku melakukan ini karena aku mencintai apa yang ingin aku lakukan". Aku tak pernah tahu bagaimana meyakinkannya. dia seperti malaikat. aku tak akan bisa meyakinkan malaikat. karena hanya malaikat yang bisa membuat orang percaya. dari inilah akhirnya aku benar benar percaya tentang kebaikan. bahwa di dunia ini tidak semuanya kepentingan pribadi, tidak hanya keuntungan pribadi, tidak hanya menghalalkan segala cara untuk keuntungan diri sendiri. Anggi membuatku percaya bahwa tidak semua hal butuh alasan. Anggi membuatku yakin bahwa hal baik itu ada. Aku percaya, aku percaya bahwa berbuat baik tanpa harus mengharapkan balasan. dia mengajarkan padaku dengan kenyataan bahwa dia sudah siap untuk mendonorkan matanya untukku. walau akhirnya, mataku berhasil disembuhkan dan dioperasi untuk yang ke empat kalinya, dan mata Anggi tidak jadi di donor, dia sudah membuktikan semua kebaikan itu ada di dunia. dia berani menantang kedua orang tuanya untuk orang yang bukan keluarganya. dia menantang tunangannya utnuk laki laki yang baru saja hadir dalam hidupnya lagi, dan dia menantang dokter dokter yang lain, untuk pasien yang bahkan untuk beli obat harus nunggak. Dia itu malaikat, aku tak memikirkan alasannya. Dia hanya malaikat saja buatku.
Mengenang Anggi #2
.......dari semua perempuan muda yang saya kenal, Anggi adalah yang paling suka menangis. saya bisa merasakannya bahkan ketika saya masih belum bisa melihat. dirumah sakit, setiap saya selesai operasi, saya selalu bisa merasakan air matanya. pada awalnya saya masih harus mengenali dan meraba wajahnya dulu untuk tahu apakah itu Anggi atau bukan, dan setiap saya meraba bagian mata nya, saya selalu tahu, dia menangis. suatu saat, ketika fase titik terendah dari operasi mata saya, dia ke ruangan saya di sebuah paviliun rumah sakit. tak seperti biasanya, itu jam sekitar habis dzuhur. seharusnya dia masih rapat. dokter muda itu tidak bicara, hanya duduk di dekat saya, dan hanya berdiam saja. saat itu saya sudah mulai mengenal nafasnya, identitasnya tanpa harus meraba wajahnya lagi. nafasnya semakin cepat dan tersenggal, saya tahu, dia pasti akan menyampaikan berita bahwa operasi mata saya gagal. dia selalu menangis ketika menyampaikan berita itu. sudah dua kali dia melakukannya sebelum ini. namun sekarang, dia hanya berdiam diri. dia memegang mata saya, kemudian meletakkan tangang saya di dekat matanya yang berair. saya mengenali airmatanya. dingin sekali. saya tidak bertanya, saya mencoba untuk memberinya kesempatan. dan setelah adzan ashar terdengar, saya baru mendengar suaranya, menjelaskan bahwa mata saya semakin kecil kemungkinannya untuk sembuh. saya membutuhkan donor, dan dia bilang akan mecari donor untuk saya. setelah kejadian waktu itu, Anggi selalu menangis di dekat saya. bahkan ketika saya bercanda dan bercerita tentang hal lucu dia selalu menanggapinya dengan menangis....ketika mata saya sudah sembuh pun dia selalu lebih mudah menangis saat kami harus bedebat atau berbeda pendapat . dan akhirnya, dia menjadi perempuan yang paling mudah membuat saya luluh ketika marah. saya tak pernah tega melihatnya menangis. dan itulah yang membuat kami tak terlalu banyak bertengkar. saya masih ingat ketika rencana pernikahan kami harus tertunda karena Anggi harus mengikuti suatu kontes di Jakarta, dia menang, 2 jam setelah itu dia hanya menelpon saya lalu kemudian menangis saja. airmatanya, memang sesuatu yang sempurna, karena memang yang tertulus. hanya 2 air mata yang saya tahu tulus di hidupku, mamaku dan Anggi. dan kini, sudah hampir dua bulan meninggalnya, Anggi malah melarang saya untuk menangis......ini tidak fair, dia mengijinkan saya untuk tidak menangis bahkan ketika di pemakamannya..saya merindukan airmatanya,,bahkan saya ingin sekali menangis saat ini, saya ingin menangis seperti dia.......
Mengenang Anggi #1
saya masih ingat pertama kali bertemu dengan Anggi, ketika mata saya buta. kecelakaan di kediri beberapa tahun lalu sempat membuat saya frustasi. sudah 3 dokter yang menyerah. tapi seorang dokter muda yang baru mendapat gelar spesialis mata sebuah universitas kedokteran di Singapura merasa bahwa saya masih bisa disembuhkan. Anggi, dokter saya itu selalu menyemangati saya bahwa operasi mata memang sering gagal, tapi juga tak sedikit yang berhasil. 3 kali seminggu saya harus mengunjungi ruang prakteknya. setiap jam 4 sore. saya tidak mengerti kenapa saya harus selalu periksa jam 4 sore. ini yang lucu, jam 4 sore adalah jam makan siangnya. dia selalu meminta saya menemaninya makan siang dengan masakan sederhana yang dia buat sendiri. selalu, makan siang kami itu lebih dari sejam. baru sehabis magrib dia memeriksa mata saya. obrolan kami setiap sore selalu hangat, dia bilang pikiran saya terlalu radikal. saya selalu membela diri bahwa kalo tidak ada orang radikal seperti soekarno, hatta, syahrir negeri tidak akan merdeka. tapi anggi selalu suka mendebatkan tentang warna cahaya. dia bilang bahwa cahaya itu hanya bisa dilihat dengan mata tertutup, bukan dengan mata terbuka. seperti apa warna cahaya itu ? apa seperti pelangi, atau putih, atau malah bening dan tidak ada. saya tentu saja masih tidak mengerti apa maksudnya, hingga suatu saat dia mengajak saya untuk ke sebuah taman jam 9 pagi. dia menyetir mobil dan saya yang masih belum bisa melihat duduk di sampingnya. didalam mobil dia bilang apakah saya melihat cahaya atau merasakan sesuatu, saya jawab tidak ada. ketika sampai di taman dia menuntun saya dan seolah saya merasa saya menghadap ke arah timur karena wajah saya langsung terkena matahari. saya merasa ada warna hijau yang cukup muda muncul dalam mata saya. yang saya tahu, selama ini saya hanya melihat warna gelap atau hitam, tapi sekarang saya melihat warna lain. warna hijau. Anggi bertanya "kamu merasakan apa sekarang ? kamu melihat apa ?"
"hijau muda, sangat muda hampir putih tapi masih terasa hijau kataku"
"hijau sperti apa ?"
"hijau pupus tapi lebih muda lagi"
"ya...itu maksudku,,,itu mungkin warna cahaya...hijau muda"....
..............................
Senin, 17 Desember 2012
Kau hanya wanita
Betapa sesungguhnya
Minggu, 21 Oktober 2012
LIRIK LAGU RAHASIA - AHMAD BAND
-- AHMAD BAND
tataplah mata yang kuberi
ataupun sikap yang selalu
peduli dengan tentang kamu
dan perhatian yang kusaji
tidakkah kau tahu
aku tergila-gila
pada pesonamu mu mu
tapi apa daya aku
tak dapat lagi ku ucapkannya
sambut kata yang dapat raihmu
ke pangkuan ibunda
kaulah yang terbagus
yang pernah terlihat lagi
ijinkanlah aku menjamahmu
bentuk tubuh yang tercipta
ingatkan aku akan sebuah
mahakarya yang pernah dipuja
sebelum masehi
biarlah ini jadi rahasia untuk
aku yang tak sanggup dekatimu
katakan cinta cinta cinta cinta
bagaimanakah cara untuk
agar kamu akhirnya
tahu apa yang kurasakan
tahu apa yang aku mau
kaulah yang terbagus
yang pernah terlihat lagi
kaulah yang terseksi
bentuk yang paling sempurna
kemarilah lagi
kita rajut cinta baru
biarlah ini jadi rahasia untuk
aku yang tak sanggup dekatimu
katakan cinta cinta
biarlah ini jadi rahasia
rahasia
rahaaasia
rahaaaaaa ...
LIRIK LAGU RAHASIA - AHMAD BAND
Jumat, 19 Oktober 2012
CRAZY LOVE STORY
nah kabar baik kedua, Novelku InsyaAllah akan terbit bulan depan. Novel yang isinya sebagian ada di Blog ini akan diterbitkan oleh NulisBuku. kisahnya sama dengan versi lamanya, hanya yang ini gak cuma cengeng dan nangis nangis kayak novel ini sebelumnya, tapi ada banyak pesan yang mungkin sedikit layak buat dibaca untuk menambah referensi bahwa hidup itu gak bakalan kiamat walau kamu harus kehilangan cewek.
ooke, tanpa panjang lebar aku kasih bocoran cover dari novelku ini. info selanjutnya menyusul :
nah, tunggu bukunya bulan depan, jangan lupa nabung buat beli buku ini, hehehehehe
Kamis, 30 Agustus 2012
ALONE
ALONE
hear the ticking of the clock
I'm lying here the room's pitch dark
I wonder where you are tonight
No answer on the telephone
And the night goes by so very slow
Oh I hope that it won't end though
Alone
Till now I always got by on my own
I never really cared until I met you
And now it chills me to the bone
How do I get you alone
How do I get you alone
You don't know how long I have wanted
to touch your lips and hold you tight, oh
You don't know how long I have waited
and I was going to tell you tonight
But the secret is still my own
and my love for you is still unknown
Alone
Till now I always got by on my own
I never really cared until I met you
And now it chills me to the bone
How do I get you alone
How do I get you alone
How do I get you alone
How do I get you alone
Alone, alone
Selasa, 04 Oktober 2011
SOUNDTRACT FILM UMI
1. Hidupku Untuk Cinta
2. Cuma Kamu
3. Cinta ( SCORE)
jangan lupa untuk download thrillernya di
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=185070&p=11914865#post11914865
atau
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=522142767#post522142767
atau via youtube :
http://www.youtube.com/watch?v=gC6CkCor4hQ
Senin, 03 Oktober 2011
UMI ( a film by M S Rijal )
tagline film UMI, yang sudah setahun ini PITA FILM menggarapnya hingga berdarah darah dan penuh cucuran emosional. tapi setelah film ini selesai beberapa hari yang lalu, rasanya jadi kayak di surga. emosi, amarah, dan semua hal yang selama ini memaksa film UMI selesai seperti tidak ada. oke deh, karena menunggu Film ini diputar di kota anda, aku share Thrillernya....bisa download di sini http://www.youtube.com/watch?v=gC6CkCor4hQ
sedangkan sinopsisnya bisa baca disini :
" Cinta itu seperti udara, tak ada satupun manusia yang tidak membutuhkannya. Cinta tidak pernah terlihat namun selalu bisa dirasa. Semua orang butuh cinta, termasuk juga orang miskin seperti Umi. Umi, seorang perempuan berusia 25 tahun harus menjadi single parent setelah suaminya meninggal saat dia hamil besar. Kemiskinan yang membelutnya membuat Umi berada dalam dilema. Demi susu dan cintanya kepada bayi perempuannya, jasmine, Umi harus menggadaikan harga diri dan kecintaannya pada Tuhan dengan menjadi penyanyi dangdut kelas bawah, yang lebih mementingkan keseronokan daripada musik.
Lalu siapa yang salah ? Apakah cinta umi harus disalahkan ? Cinta ibu seperti sebuah pintu yang tidak pernah tertutup. Bahkan dalam lembah hitampun, ada do’a yang mengalir ikhlas untuk anaknya. Disertai dengan romantismenya dengan Dedit, manajer artis dangdut kelas teri yang jauh dari kelembutan, Umi menjalani hidupnya sehari hari. Kemiskinan memang punya kekejaman untuk melumpuhkan harga diri, namun cinta selalu punya cara untuk menguatkannya kembali. Cinta, hanya sebuah kata sederhana itu yang membuat Umi bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup.
Selasa, 03 Mei 2011
WHEN THE LOVE COME
"The next Way" akan menjadi sebuah kisah drama yang melibatkan banyak unsur seperti musik, lagu secara live, film, teater, dan tari. sedangkan bagian untuk opening scene ini yang berjudul "when the love come" adalah sebuah film pendek yang akan diteruskan dalam pertunjukan panggung akhirnya.
tujuannya nggak muluk muluk. kami hanya ingin memberikan sebuah polihan atau option lain dalam dunia perteateran. tidak juga karena kemirisan kami melihat geliat teater di pamekasan yang bisa dikatakan terpenjara oleh kreatifitas mereka sendiri, tapi juga merupakan jawaban dari kegelisahan kami dan cara kami berkomentar.
saya dan seluruh kru teater berharap ini menjadi sebuah titik balik dan bersifat positif. kamu dapat mendownload dan melihat di YOUTUBE atau lewat blog ini. untuk melihat di youtube klik disini
atau chek it out here
Rabu, 22 September 2010
PUISI Untuk Jon
post ini bukan berati sya menulis puisi untuk jon...memang benar ad puisi puisi untuk jon..tapi bukan tentang Jon...jon adalah kakak kelas waktu kuliah yang dari tampang cukup sangar dan menakutkan. hanya saj selam kiuliah 4 tahun saya belum berhaisl mengenalnya...baru kemaren waktu teman teler saya "TYO" mengenalkan-nya pada sya...
saya punya banyak puisi....namun tak satupun dari puisi bisa saya ungkapkan. kebanyakan hanya say tumpuk di memori hardisk saya...mungkin saja puis puisi itu sudah jenuh dan penat menunggu saya keluarin. tapi bagaimana caranya,, salah satu objek puisi itu tidak meberi sya kesempatan untuk me "lebay" ria....untung ada Jon. sekali lagi beruntung ada Jon yang diberi kesempatan oleh Tuhan dan kekasihnya untuk ber"lebay" ria. sehingga puisi ini bisa keluar...Thanks Jon...
jon download puisinya disini : puisi untuk Jon
Rabu, 21 Juli 2010
BAMBANG, KUPHI PHET, NGON GALAK (Kupu Kupu, Kopi Pahit, dan Cinta)
Bagian 5
teman teman aku share bagian ke lima dari novel Bambang, Kuphi Phet, Ngon Galak... sebenarnya bagian ini harusnya disimpan dulu. tapi aku kira, pesan yang harus disampaikan dari bagian ini mendesak. karena berhubungan dengan kita semua. siapa tahu asih ada orang orang yang masih dibutakan seperti tokoh Rahman.
namun ini hanya sebagian...mohon komentarnya
...................................................................................................................................................................
Entahlah, Rahman sendiri tidak pernah mengerti apa yang terjadi padanya. Surabaya yang dulu panas sekarang begitu teduh. Dia benar benar buta selama ini. Dia sangat tidak menduga bahwa lingkungan disekitarnya tidak pernah berhenti dari Cinta. Antara merasa kesepian dan bahagia. Malam minggu ini, Alex harus menemani Nina ke ulang tahun nenek Nina. Bagi orang yang suka jahil seperti Alex, datang ke acara seperti itu adalah siksaan. Ulang tahun Nenek Nina yang ke 95 adalah neraka kesopanan. Tidak ada korban yang masuk akal untuk dia jahili. Tapi demi cinta, Alex sanggup hidup dengan tenang selama 3 jam. Dita yang selama ini ada untuk Rahman, harus menemani Adit di bioskop. Melihat film film romantis. Adit benar benar tidak tahu tentang Dita. Cewek tomboy itu lebih suka film koboi dan Filmnya jackie Chan daripada film romantis. Tapi, Dita memaksa untuk manahan kantuk di bioskop. Lagi lagi demi cinta, pikir rahman sambil menghirup nafas panjang. Kadir juga tidak di toko roti kismis miliknya. Kata abahnya Kadir, Kadir sedang bersama Sabrina. Pemilik restoran gulai kambing sebelah. Mereka sedang nonton marawis. Ya Tuhan, bahkan orang seperti kadir juga jatuh cinta. Orang itu hanya memikirkan bagaimana mendapatkan uang, tapi toh jatuh cinta juga. Bertekuk lutut pada wanita arab yang baru saja di kenalnya. Rahman benar benar merasa bodoh. Kesuksesan apa yang belum diraih oleh Rahman. Karier sebagai dosen dan perusahaannya, penghargaan penghargaan risetnya, pengaruhnya yang besar bagi orang lain, atau hanya sekedar kemenangan kemenangannya dalam setiap perkelahian. Tapi semua itu kosong. Rahman tidak menikmatinya dengan sungguh sungguh selama ini. Kebanggaan kebanggannya selama ini hanya fatamorgana. Rahman tidak punya kebahagiaan yang sejati. Karena dia tidak pernah punya Cinta.
Hingga tidak aneh jika malam minggu ini Rahman berada di sebuah Cafe sendirian. Melihat kursi kursi lain yang dipenuhi cinta. Orang orang di kursi kursi itu membuatnya iri. Disebelah kirinya seorang wanita cantik dan seorang laki laki tampan. Mereka saling bertatapan, berpegangan tangan dengan lembut. Dan senyum mereka benar benar manis. Pasangan yang sangat serasi, batin rahman. kursi sebelah kanannya, 2 orang remaja mungkin seumuran kelas 1 SMP. Mereka tertawa berdua, berebutan X-Box untuk dimainkan. Anak anak ingusan itu benar benar membuatnya iri. Saat seumuran mereka, Rahman hanya tahu bagaimana menjatuhkan lawan berkelahinya. Didepanya seorang bapak dan ibu berusia 50 tahun, sibuk mengurusi anak anak mereka yang berjumlah 8 orang. Mereka kelihatan kerepotan, tapi mata mereka, benar benar menunjukkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang tak bisa ditutupi kekesalan mereka terhadap anak anaknya. Di belakang Rahman, seorang kakek berusia 70 tahun dan nenek yang mungkin sebaya. Sang kakek mengelus rambut putih si nenek. Perempuan tua itu tersenyum dan menyentuh kerutan kerutan di wajah sang kakek dengan halus. Begitu kuatnya cinta hingga tidak bisa dihalangi oleh usia dan waktu sekalipun. Sesaat dunia seakan berputar. Berputar dengan cepat. Musik romantis dari piano yang dimainkan pianis cafe ini menambah kecepatan puataran itu. Lagu “Love” – nya John Lennon, memang memperumit perasaan laki laki kesepian itu. Pemandangan pemandangan disekelilingnya membuatnya benar benar merasakan rotasi bumi yang seakan lambat. Tawa tawa mereka, sentuhan sentuhan itu, belaian itu, dan tatapan mata mata yang membius. Dunia seakan tidak adil. Dia harus sendiri melihat pemadangan itu. Seandainya Fad juga ada disini, seandainya perempuan itu ada di depannya. Mungkin..mungkin hatinya tak dipenuhi kedengkian seperti saat ini. “Lihat mereka Rahman”, hatinya berbicara dengan keras pada dirinya sendiri. Suara itu begitu nyaring dalam hatinya, membuat Rahman terhenyak dalam lamunan. Seketika dia merasa pusing. Kepalanya berat, mungkin karena putaran putaran dalam lamunannya tadi.
Seorang pelayan datang mendekati Rahman. Rahman sadar, dia belum memesan apapun. Sejak datang tadi, dia hanya sibuk melihat adegan adegan mesra di sekitarnya. Si pelayan bertanya apakah rahman akan memesan kopi pahit seperti kebiasaannya selama ini. Rahman memang merindukan kopi pahit cafe ini. Kopi pahit yang biasanya dimaniskan dengan guruan teman temannya. Sejenak dia ragu, apakah kopi pahit masih terasa cocok menemani rokok nya malam ini. Atau dia akan berusaha untuk mencoba yang lain. Namun akhirnya rahman memutuskan untuk memsan kopi yang benar benar di inginkannya.
“Saya pesan Cappucino...Coklatnya yang banyak”,
Rahman memesan dengan mantap. Si pelayan kaget dengan pesanan itu. Dia mulai berpikir sejenak, apa orang ini adalah orang yang dilihatnya selama ini. Rahman hanya tersenyum melihat kebingungan sang pelayan. Dia tahu apa yang di lamunkan sang pelayan terhadap dirinya,
“tambah nasi goreng seafoodnya ya...dan satu lagi toilet dimana ?”,
Pertanyaan rahman itu mengagetkan sang pelayan. Laki laki separuh baya itu berusaha untuk menguasai dirinya. Dan berusaha mengarahkan Rahman ke tempat yang di tanyakan. Rahman juga berusaha untuk tidak melirik kursi kursi yang dilauinya. Kursi yang dipenuhi suka cita yang membuatnya dirinya tak berharga. Dan berusaha terburu buru memasuki toliet pria itu.
Dalam kamar kecil yang memanjang itu rahman mencuci mukanya. Ada keraguan yang dalam dari dirinya. Matanya yang tajam melemah pelan. Dia benar benar ragu dengan apa yang dia kejar, dan apa yang dia raih. Di belakangnya terdapat dua orang pria sedang bercengkrama. Kedua pria itu melakukan hal yang sama dan terlihat begitu kompak. Hanya pria yang akrab yang bisa kencing bersama. Pria pertama tinggi besar,dia memiliki brewok yang semakin menunjukkan kejantannya. Sedangkan pria kedua memiliki kepala yang licin tanpa rambut. Tubuhnya biasa, seukuran laki laki normal. Pria pertama ternyata mengeluhkan kehidupan rumah tangganya. Dia menganggap istrinya terlalu sibuk dengan bisnis. Begitupun dengan pria kedua, yang merasa tidak dihormati lagi oleh istrinya.
“Aku tidak pernah mengerti, kenapa wanita wanita itu lebih suka berkumpul dalam arisan arisan yang tidak jelas. Padahal yang dibahas tidak ada yang penting ”, keluh pria kedua.
“ya,,istriku juga sama. Aku sudah mencukupinya dengan harta yang melimpah, tapi apa yang kudapat. Setiap hari dia sibuk dalam rapat rapat bisnis yang juga tidak jelas peruntungannya”, jawab pria pertama seakan menemukan maslaah yang sama dengan pria kedua.
Pembicaran kedua pria itu terhenti sejenak. Mereka membetulkan resliting celana mereka bersamaan. Mereka juga seakan tidak perduli dengan kehadiran Rahman disitu. Dengan beriringan mereka mendatangi tempat rahman berdiri. Pria pertama menyentuh bahu Rahman dengan sopan, dan meminta ijin untuk membasuh tangannya. Rahman juga semakin bimbang melihat pembicaraan kedua orang itu. Ternyata ada juga ketidakbahagiaan karena cinta di dunia ini. Obrolan kedua pria ini seolah menjadi pembenaran pada pikiran pikirannya selama ini. Lamunanya sedikit buyar melihat kedua pria itu mendatangi pengering tangan dekat pintu toilet. Dengan kompak juga mereka mengeringkan tangan secara bersamaan. Lewat kaca, Rahman masih bisa melihat keakraban mereka itu. Setelah tangan mereka kering, pria pertama berkata pada pria kedua,
“Tapi aku masih bahagia. Ada kau di sisiku”, kata pria pertama sambil menatap mata pria kedua dengan halus.
“aku takkan pernah meninggalkan kamu. Aku masih cinta kau”, jawab pria kedua sambil memegang kepala pria pertama. Sesaat terasa lama sehingga tak terduga ketika pria pertama medekatkan bibirnya pada bibir pria pria kedua.
Brengsek...Mereka BERCIUMAN. Sambil menahan muntah Rahman keluar dari toilet. Sambil sedikir berkata lirih “maaf” ketika melewati adegan tak senonoh itu.
Ini sudah tak bisa dimaafkan. Ini sudah benar benar kelewatan. Pikir rahman dalam hati. Bahkan kedua laki laki biadap dalam toilet itu berani memperjuangkan cinta mereka. Rasa jijiknya terhadap dirinya sendiri mengalahkan kejijikannya terhadap adegan setan dalam toilet. Dan tanpa berpikir panjang, Rahman menelpon Alex. Dan ketika suara diseberang menjawab telpon itu, Rahman langsung berkata tanpa memberikan Alex kesempatan untuk mengucapkan salam sekalipun.
“Alex...meeting besok kau yang handle.. aku berangkat ke Pare malam ini juga”, kata rahman dengan terburu buru.
“Tapi kau baru sampai di Surabaya,,ada apa ? kenapa terburu terburu ?”, alex menjawab dengan sedikit terbata bata. Dia harus mengeluarkan jurus jurusnya untuk merayu Rahman agar tidak pulang. Apa jadinya jika meeting tentang proyek besar besok harus dia handle. Hanya rahman yang mampu tidak terintervensi klien. Namun Suara rahman memecahkan suasana.
“Aku mau bertemu dia...Aku mau Bertemu Fad”,
Mendengar jawaban Rahman, alex ingin berkata banyak. Menjelaskan atau mencoba merayu agar Rahman sedikit menunda rencana itu. Namun itu tak sempat lagi, ketika dia mendengar bunyi “Tuuuttttt” di seberang telpon.
Kamis, 08 Juli 2010
BAMBANG, KUPHI PHET, NGON GALAK (Kupu-Kupu, Kopi Pahit, dan Cinta)
BAMBANG, KUPHI PHET, NGON GALAK (Kupu - Kupu, Kopi Pahit, dan Cinta)

Prolog
Ada yang bilang bahwa Tuhan menciptakan Cinta pertama kali sebelum menciptakan yang lain. Dan dengan cinta itu Tuhan menjadikan Manusia, Surga, Neraka, dan Perasaan. Semuanya selalu bisa manusia atur, tapi tidak dengan cinta. Tuhan sendiri yang memasukkannya. Kita tidak pernah tahu kapan harus mencintai dan dicintai. Percayalah, cinta bukan sekedar mimpi indah yang hancur setelah manusia terbangun ke-esokan harinya. Karena cinta sejati hanya turun sekali. Ya hanya sekali saja. Hidup hanya sekali, mati hanya sekali, dan begitupun jatuh cinta. Cinta akan bertahan. Cinta adalah energi yang tak bisa di musnahkan. Cinta itu abadi.
Jika memang begitu, lalu mana yang lebih tinggi. Takdir atau Cinta. Bagaimana jika cinta harus terhalang dinding takdir yang tinggi. Dinding identitas dan hubungan. Bukankah Tuhan tidak pernah salah. Bahkan untuk gelap sekalipun. Apakah cinta harus menyerah pada keadaan. Pada takdir yang juga tuhan pastikan. Apakah cinta adalah sebuah kesalahan yang fatal, ketika harus melawan takdir. Apa ini...yang terus menyiksa setiap rongga rongga hati, ketika cinta harus terkalahkan. Atau ini hanyalah sebuah permainan hidup. Mungkin saja Cinta hanya alasan untuk air mata. Dan apakah jatuh cinta bisa dimaafkan ?
Seumur hidup manusia menciptakan rahasianya sendiri. Rahasia yang hanya keheningan yang tahu. Sedikit manusia yang tahu isi hati. Dari yang sedikit itu hanya segelintir yang mengikuti isi hatinya. Jika cinta adalah sebuah kejahatan, masihkah kita mengikutinya. Atau merahasiakannya pada setiap sudut malam. Menguburnya dan memenjarakannya. Apakah kita masih menyanyikan-nya, memujanya dalam setiap do’a subuh kita. Atau berusaha untuk membenci cinta. Membenci takdir yang menghalanginya. Bukankah cinta seperti pintu rumah kita. Kita bisa meninggalkan pintu itu, namun pintu rumah itu tak pernah meninggalkan kita. Bukankah cinta itu adalah malam bagi siang. Siang bisa saja begitu hangat dan menyenangkan. Namun malam selalu menyejukkannya. Lucu sekali, kita tidak bisa hidup tanpa cinta. Tapi kadang takdir yang menghalanginya. Ironi sekali bukan, kalau hidup itu memang bukan hanya tentang cinta, tapi kita tidak pernah hidup sebelum merasakan nya. Yang lebih lucu adalah, ada saja orang yang memilih cinta sejatinya namun justru kehampaan yang didapat. Kehampaan yang tak bisa dibatasi oleh kebahagiaan dan kesedihan.
Aku merasakan cinta sejati ketika aku yakin akan kehilangannya. aku menjadi manusia paling bahagia di dunia, ketika harus tahu kebahagiaan itu salah. Aku menikmati manisnya kopi susu ketika aku tahu, aku juga harus mencintai kopi pahit. Ya, kopi susu ketika bisa kupandangi dia. Dan kopi pahit ketika cinta itu harus tidak sempurna. Dasar dari sebuah Cinta mutlak adalah Cinta. Karena jika dasarnya salah, maka tidak akan ada kebahagiaan. Oleh karena itu aku tidak menyesali untuk jatuh cinta. Jatuh cinta yang kata orang adalah dosa dan kesalahan. Aku bahagia, pernah merasakan hidup 300% walau sisanya harus kulewati dengan 3% saja. Aku tidak menyesalinya, karena aku tahu Tuhanlah yang menurunkannya ke dalam hatiku.
Sebuah puisi yang terselip dalam tas coklat tua ku, yang tak sengaja kutemukan sore ini. Membuatku paham pada arti keindahan dan airmata pada saat yang bersamaan. Pada setiap kecantikan dan tajamnya duri mawar dalam detik yang sama ketika aku berusaha memetiknya. Dan pada setiap teduhnya awan serta badai yang diakibatkannya. Puisi pada kertas lusuh itu membuatku benar benar mengerti tentang cahaya dan gelap yang hanya tersekat kain tipis. Ku coba membacanya kembali berulang berulang, dan pada baris terakhir aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang saja. Ini yang kesekian kalinya ku baca puisi ini :
Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu.....
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak jejak kakinya yang ragu ragu
di jalan itu...
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu...
Puisi Sapardi Djoko Darmono itu akhirnya bisa membuatku tersenyum. Hanya pada yang ikhlas lah cinta itu akan bersemi. Hanya yang Mencintai dengan Keikhlasan saja, cinta akan mengajari tentang rahasianya. Dan hanya yang berhati ikhlas saja, cinta akan abadi. Bahkan ketika cinta pergi dan menghilang sekalipun. Cinta akan terus hidup. Puisi ini menemaniku denting jantungku subuh ini. Menemaniku untuk berdamai dengan kesunyian yang dalam. Dalam setiap detik detik waktu yang terus berjalan, puisi ini menemaniku untuk membunuh kesemuan. Dan semakin kubaca semakin aku bisa tertawa. Semakin kuterima dan masuk akal apa yang ku lalui.
Cerita ini hanyalah sebuah cerita kecil yang kutulis setiap malam. Bersama kumpulan kumpulan puisi yang kutulis sore sore sebelumnya. Cerita yang menemaniku bersama pekatnya kopi pahit dan asap rokokku. Aku mungkin saja tidak benar benar tahu tentang cinta. Bisa jadi aku hanya memandang dari satu sudut pandang. Namun, ada sesuatu yang sangat kuyakini saat ini. Bahwa cinta adalah KEJUJURAN. Ya, cinta sesederhana itu saat ini. Dan aku tahu sekarang aku harus benar benar jujur pada diriku sendiri. Pada keheningan keheningan yang kuciptakan. Pada setiap do’a malam ku sebelum subuh. Aku harus jujur minimal pada hatiku sendiri. Sehingga pada akhirnya ku temukan sebuah akhir yang bahagia. Kebahagiaan yang hanya ku do’akan untuk orang yang kucintai. Atau setidaknya, aku benar benar yakin, bahwa CINTA ITU ADA.
Rabu, 07 Juli 2010
Kembali

...dasar nasib sekarang udah resmi jadi pengangguran...masalahnya adalah saya nggak punya bakat apa apa...akhirnya cuma lunatang lantung...untungnya kemaren ketemu dengan salah seorang teman dari penerbit (nama masih disamarkan demi masa depan orang ini..hahaha) yang tertarik dengan beberapa abstraktulisan saya... buku pertama adalah tentang kriptografi,,mungkin isi isinya sudah terpost di blog saya yang satunya : embek-poenya-selera.blogspot.com....
buku kedua,,,hemm...hemmm...sebenarnya saya ngotot sekali untuk novel lama saya "mengejar luna Maya..."...berhubung novel itu sudah setengah jadi (30 bab dari 50)...tapi teman saya itu bilang
"rizal,,itu tidak komersil sekarang...Luna maya di novel kamu terlalu sempurna untuk kondisi sekarang...", kata teman kecil saya itu.
"buat saya luna Maya selalu sempurna....", aku masih ngotot.
"janganlah...mending yang ini saja..ini bagus zal...nggak nyangka orang kayak kamu nulis ginian",
dia menunjuk sebua novel yang baru selesai di PROLOG...
"Hufff...okelah..daripada nganggur..."
jadilah saya sekarang sedang sibuk menulis 2 buku. Moderen kriptografi dan sebuah Novel yang berjudul "..BAMBANG, KUPHI PHET, NGON GALAK.." (KUPU KUPU, KOPI PAHIT, DAN CINTA)...
awalnya sulit banget nulis cerita fiksi. karena biasanya juga nulis blog tentang kekonyolan diri sendiri... tapi yaudahlah nyoba aja ngayal ketemu cewek aceh, jatuh cinta, bla..bla..bla...dan anehnya, sekarang novel itu sudah menyalip buku kriptografi saya...hufff.. rapi yang terpenting saya KEMBALI...kawan kawan....



