Kamis, 18 Februari 2010

Mencintaimu itu......






Kadang mencintaimu itu sangat mudah
hanya dengan bermimpi
aku bisa memelukmu semauku...

sesekali mencintaimu itu sangat sederhana
hanya dengan berdoa
Aku bisa di dekatmu semaumu...

Sesungguhnya mencintaimu itu sangat gampang
hanya dengan melupakanmu
Aku bisa membahagiakanmu Selamanya....

Sebenarnya mencintaimu itu sangat biasa
hanya dengan mengikhlaskanmu
Aku bisa memanjakanmu sepuasnya


Sayangnya,,
mencintaimu saat ini begitu rumit

Rabu, 17 Februari 2010

Tanpa Judul ????

Add Image

Sudah 5 hari meninggalkan blog, rasanya kerinduan untuk menulis semakin dalam. Dalam pikiranku sudah banyak sekali yang ingin kutulis. Hal hal baru ataupun lanjutan dari tulisan yang lama. Aku ingin sekali menulis beberapa puisi baru, menulis beberapa perenungan , menulis beberapa cerpen, ingin memulai menulis scenario film ku yang ketiga, menulis sebuah novel baru, dan sebuah catatan rencana workshop yang akan diadakan 3 bulan lagi.

Aku berangkat dari Pamekasan jam 11 siang. Masih dengan motor butut ku. Bukan karena kabar buruk dari Ali yang mengatakan Score TOEFL ku bermasalah, namun ingin rasanya bersandar di pojok kamar. Memulai menulis dan mengisi blog lagi. Namun kenyataannya, waktu laptop ini dibuka. Hampir tidak bisa ku menuliskan huruf demi huruf. Apalagi ini ?? rasanya susah banget untuk menulis. Apa kerena ide nya yang kebanyakan ? atau karena sudah 2 hari ini aku tidak bisa merokok karena batuk yang menjadi? Hah..sudahlah…

Tulisan ini benar benar tak sengaja ku tulis. Mungkin tanganku ini sudah semakin rindunya untuk menulis dan mengetik. Sehingga tanpa sengaja aku menulis satu satunya tulisan yang tidak aku konsep sebelumnya. Huffff….

Aku memutuskan untuk membocorkan saja beberapa ide tulisanku. Yang pertama adalah sebuah novel fiksi yang berjudul “Princes Lia”. Cerita ini tentang anak berumur 10 tahun yang mengalami pubertas. Kalau bahasa kerennya adalah “Cinta Monyet”. Sedikit pengembangan dari posting cinta monyet sebelumnya. Namun yang ini fiksi dan bukan kisah nyata. Novel ini adalah main project dari tulisanku dalam jangka waktu kedepan.

Yang kedua adalah melanjutkan scenario film “Mengejar Luna Maya”. Bagian prolog sudah ku tulis dulu. Namun sama sekali tidak ada pengembangan. Skenario ini harus benar benar hati hati. Aku nggak mau film ku hanya berakhir seperti 2 film sebelumnya yang gak jelas.

Yang ketiga adalah focus untuk point yang pertama dan mengingatkan untuk yang kedua…hehehehe…




Ending dari tulisan tanpa konsep ini

Wassalam….

Selasa, 16 Februari 2010

Mengejar Luna Maya (Prolog)


Setiap orang percaya pada Cinta, bahkan rela mati untuknya. Setiap orang juga mengaku punya Cinta, bahkan nggak cukup satu. Entahlah.... Aku hanya tahu jatuh Cinta tanpa pernah memilikinya. Atau mungkin saja aku salah. Ini bukan Cinta ini hanya Obsesi.

Aku mengenal wanita itu waktu usiaku masih 10 tahun. Waktu aku dipaksa dan terpaksa Les Bahasa Inggris. Aku melihat gadis itu tanpa bosan dan jenuh. Namanya Lia. Nama yang sederhana.

Selama SMP aku sekelas dengan Lia. Selama itu pula dia jadi Cinta Monyet ku, walau aku bukan Cinta Monyet Lia. Cinta monyet Lia adalah seorang teman diseberang bangku, yang menggunakan minyak rambut mengkilat, bertubuh tinggi dan berwajah mirip Andy Lau.

Selama SMA aku juga satu sekolah dengan Lia, dan gampang ditebak "dia masih saja jadi Cinta Gorilla ku" . seperti cerita sinetron yang mudah ditebak pula, jalan cerita ku juga begitu begitu saja. Lia jadi milik Mafia mafia Senior dan aktivis aktivis OSIS di sekolah. Aktivis2 Ekskul itu lebih mirip tukang Obat daripada pemimpin, yang dengan semboyan "ditolak satu kali, nembak Seribu kali"..Cih...

Selepas SMA aku makin tak tahu yang namanya Cinta...Atau memang aku tak pernah tahu apa itu Cinta ??? Dan itu berguna. Jatuh Cinta hanya bikin repot. harus ngisi pulsa banyak banyak kalau lagi kangen, rajin menabung hanya untuk sekedar karcis Bioskop dan makan di McD, ataupun hanya sekedar mimpi buruk karena putus Cinta. Anda harus percaya dengan lirik lagunya Titik Puspa "Jatuh Cinta berjuta rasanya...", berjuta rasa PAHIT.

Wanita diciptakan tuhan dengan 1 tulang rusuk laki laki. Setelah laki laki memberikan tulang rusuk, wanita meminta lebih. Mereka minta waktu, perhatian, pulsa, segalanya. Jadi aku memutuskan untuk tidak jatuh Cinta. Selain tulang rusukku akan akan genap (utuh), aku akan terselamtkan dari Neraka Dunia.

Hanya Kadang kadang ada nggak enaknya jadi DJ (Dedengkot Jomblo ). Kamu harus menghabiskan waktu berjam - jam di depan Komputer sambil main Game, ketika teman kost kamu punya acara malam Mingguan. Kamu harus nyarik FILM berkualitas di Bioskop agar tidak sendirian, ketika teman kampus kamu lebih memilih pacaran sambil nonton Film Horor. Kamu juga harus kuat pendirian, ketika kamu Ngaca dan melihat wajah makhluk dalam Cermin tersebut sambil berkata dalam hati "AKU BUKAN GAY...I'M NORMAL"....

Namun sebenarnya penderitaan paling nggak enak jadi JOMBLO, adalah ketika ditanya teman kampus kamu, dan dengan pura pura heran mereka berkata "OH God You are a VIRGIN????".

Stop..Stop...mulai sekarang aku harus punya alasan yang bagus untuk jadi Jomblo...aku tahu, aku akan bilang pada semua yang mengembangkan alis hanya kerena aku masih perjaka dengan kalimat "Aku nggak mau pacaran kalau bukan dengan LUNA MAYA"......



Rabu, 10 Februari 2010

D E N D A M






Jika sudah penuh Dendamku
ku tak mau langit sekalipun mendekapku
Tidak juga Bumi
Tidak juga Cinta

Jika sudah Penat Rinduku
Ku tak mau senyum mu itu
Buang saja ke Laut
ke palung palung samuderamu
Lalu biarkan aku bermimpi

Kenapa tak kau tusuk saja
Kenapa tak kau keluarkan segala bisa
Agar darahku tak lagi ada namamu
Agar bisa ku berlari
dengan segala sepi
dengan segala mimpi

Aku tak perduli
jika hujan harus turun
dikemarau hatiku....


Surabaya,
tengah malam,
11 February 2010

Kamis, 04 Februari 2010

Ijinkan Aku katakan : Mencintaimu......







Pada zaman Nazi ada seorang jenderal Amerika yang sangat terkenal dengan ilmu perangnya. Sang Jenderal adalah seorang tentara yang kuat dan tegas. Banyak perang yang dapat di menangkannya karena kekerasan hatinya yang tak tergoyahkan. Dengan sosok yang sangat kuat seperti itu hampir semua musuh sang jenderal terkencing kencing jika harus berhadapan dengannya.

Kekerasan hati sang jenderal ternyata mempengaruhi kehidupan pribadinya. Dia menjadi orang yang sangat pemurung dan dingin. Bahkan terhadap keluarganya. Sang Jenderal sangat jarang menunjukkan sifat yang halus terhadap anak anaknya, dan kelembutan kelembutan kepada istrinya. Sebenarnya apa yang dilakukan sang Jendral untuk kebaikan keluarganya. Dia berharap anaknya menjadi orang yang kuat seperti dirinya dengan cara mendidik yang cukup keras. Dia ingin anaknya tidak cengeng dalam menghadapi hidup, melihat kondisi perang saat itu. Istrinya adalah seorang wanita mandiri yang juga sangat mencintai sang suami. Tak satupun kata keluhan dari bibirnya yang keluar, walaupun tak ada satu kata cinta pun yang keluar dari sang suami. Cinta bagi sang jenderal dan sang istri adalah cinta yang dirasakan dengan hati, tanpa dengan kata kata.

Suatu saat bertepatan dengan Ulang tahun anak bungsu sang Jenderal, dia diperintahkan untuk melakukan penyerangan terhadap kekuatan Nazi di Polandia. Dengan perintah perang tersebut sang Jenderal berangkat tanpa berpamitan terhadap sang anak dan istrinya. Dia berangkat dengan sejuta bimbang, seolah ragu keberangkatannya sekarang. Suatu rasa yang jarang dia rasakan. Ingin sekali saat ini dia bertemu anak dan istrinya. Merayakan Ultah bersama dan menyatakan cintanya terhadap keluarganya selama ini. Sebuah keluarga yang selalu membuka pintu untuk dimasukinya. Namun dia tidak bisa meninggalkan tugas Negara. Dia berangkat ke medan perang dan berharap kembali dengan selamat. Setelah itu dia akan pensiun, menikmati masa tua dengan keluarga tercinta.

Sang jenderal pulang dengan perasaan bahagia. Setelah perang di Polandia yang berhasil dia menangkan. Sebuah perang yang dapat menghentikan ketegangan Eropa waktu itu, karena NAZI terdesak kembali ke Jerman Barat. Dengan sebuah boneka beruang coklat yang dibawanya untuk hadiah buat kedua anaknya. Dan juga sebuah kalung emas untuk istrinya, Sang Jenderal melangkah dengan sangat bahagia pulang ke rumah. Setelah sedemikian lamanya, dia ingin memeluk sang istri dan mengecup kening kedua anaknya sebelum tidur. Ingin rasanya dia buang semua kebekuan hatinya selama ini. Perang sudah hampir usai, begitu juga kebisuan nuraninya. Ketika sampai dirumah, sang Jenderal ingin sekali meneriakkan kata “I Love You” dengan sekeras kerasnya. Kata kata yang haram dia keluarkan selama ini karena dianggapnya cengeng. Ingin rasanya dia lakukan semua itu setibanya dirumah, hingga saat……..

Hingga saat dia tahu bahwa rumahnya terbakar habis. Istri dan kedua anaknya tidak dapat terselamatkan akibat kebakaran tragis itu. Sebuah lilin Ulang tahun yang tak sengaja dia injak seolah mengingatkan dia, bahwa Seorang jenderal yang hebat itu bisa mengalahkan NAZI, Tapi tidak bisa mengalahkan api yang membakar rumahnya. Lilin yang hampir separuh habis itu mengingatkan Sang jenderal yang sudah menyelamatkan ribuan orang Polandia, namun tidak bisa menyelamatkan 3 orang keluarganya, yang sangat ingin dipeluknya saat ini. Lilin merah itu seperti berkata kepada sang jenderal bahwa dia sudah meninggalkan keluarganya pada saat seharusnya dia bilang “I Love U”- kepada keluarganya walaupun hanya sedetik. Ya, keluarganya harus meninggalkan dia sebelum dia sempat menunjukkan Cintanya.

Pada saat pemakaman keluarganya, sang Jenderal tak henti hentinya menangis. Seorang pendeta yang memimpin pemakaman itu berusaha menghiburnya. Dia mengatakan bahwa maut ada di tangan Tuhan. Tak seharusnya sang tentara menangis. Karena semua itu adalah kehendak Tuhan. Sang Pendeta melakukan tugasnya dengan baik, sampai dia akhirnya termenung dan menganga mendengar jawaban sang jenderal.

“Aku sudah melihat ribuan kematian dalam medan perang. Aku sudah terbiasa kehilangan . yang aku tangiskan bukan kematian mereka. Tapi aku menyesali apa yang sudah kulakukan pada mereka selama ini.”, kata sang Jenderal.

“Apa yang kau sesali sehingga kau menangis seperti ini ??”, lanjut sang pendeta.

“Seumur hidupku aku tak pernah sekalipun mengatakan bahwa aku SANGAT MENCINTAI MEREKA….tak sekalipun dalam hidup aku mengungkapkan bahwa aku sangat mencintai mereka… tak sekalipun dalam hidup aku mengijinkan mereka masuk kedalam hidupku…”, jawab sang Jenderal sambil terus menangis.

Sang pendeta hanya terdiam. Lalu perlahan pergi meninggalkan sang Jenderal. Sambil berkata lirih, “Anakku sekarang kau hidup, ketika mereka mati…”


*****
Cerita diatas adalah sebuah cerita yang sampai detik ini masih membuat aku merenung. Cinta harus diungkapkan. Begitu sekilas pesan yang kutangkkap. Tak bisa kupungkiri nahwa aku ini layaknya sang jenderal yang menangis. Tak sekalipun dalam hidup ku bisa ungkapkan rasa cintaku. Pada orang orang yang kucintai. Bagiku perasaan cinta hanya ada dalam hati, bukan di bibir. Sampai saat aku benar benar kehilangan orang yang kucintai. Benar benar kehilangan pintu yang dapat kubuka untuk mencurahkan kegundahan. Sampai saat aku hidup ketika aku sudah memiliki kematian dalam kesempatan untuk mencintai. Sampai aku sadar bahwa tak mungkin lagi dia mengijinkan aku untuk mencintai dia. Seorang malaikat yang bisa kulihat dari matanya, bahwa dialah Cintaku.

Saat ini tak akan lagi kutunda perasaan cintaku. Takkan lagi kututupi setiap rasa yang ada dalam hati. Jangankan menundanya hingga siap, sedetik pun aku takkan ku biarkan aku tidak mencintai dia. Aku akan tetap mencintai dia, walau tak bisa bersama. Dia telah menghidupkan aku dengan meninggalkan aku. Seperti sang Jenderal yang dihidupkan kembali setelah kematian keluarganya. Karena hidup itu bukan hanya untuk hidup, tapi juga untuk MENCINTAI.





Selasa, 02 Februari 2010

Ku Titipkan Resahku pada

ku titipkan resahku...

ku titipkan resahku pada malam
agar pekatnya mengingatkanku
pada kelamnya dendam...

ku letakkan resahku pada bulan
agar cahayanya menelanjangiku
pada lembutnya kejujuran...

kucurahkan resahku pada bintang
agar tingginya menerbangkanku
pada mimpi mimpiku...

kan kutitipkan resahku padamu
agar terus ku ingat
pada secuil cintamu padaku
yang merubah hidupku

Senin, 01 Februari 2010

Menunggu Senja Ramadhan



Menunggu Senja Ramadhan

Ramadhan kali ini terasa lain bagiku. Setelah 2 tahun aku memang tidak pernah merasakan lagi kenikmatannya. Ya, awan gelap telah menutupi mata dan hatiku selama ini. 2 tahun setelah aku diusir oleh orang tuaku. 2 tahun setelah aku menjadi orang yang terbiasa dengan tangis dan senyum diwaktu yang bersamaan. Setelah aku menjadi orang rapuh dan kehilangan arah. Menjadi kupu – kupu yang biasa terbang sendiri, tanpa harus berpegang pada orang lain. Ya, Ramadhan kali ini memang begitu berbeda… Setelah dia datang padaku…..

#########

Namaku Rahma. Usiaku masih 20 tahun waktu aku pertama kali mengenal cinta. Cinta dari seorang laki – laki yang aku percaya bisa memberikan aku segalanya. Hidup memang terasa sangat indah waktu itu. Apalagi bang Roy adalah seorang yang sangat kaya. Tidak sedikit hadiah – hadiah yang sangat mewah diberikannya padaku. Dari sisi fisik dia dalam hitungan tampan. Usianya juga tidak berbeda jauh dariku. Bisa dibilang dia adalah laki – laki idamanku.

Kata orang aku juga cantik. Diusia masih belia sudah hampir 5 pemuda meminangku. Tapi aku memutuskan untuk menolak mereka, karena aku sangat ingin sekali melanjutkan kuliah. Tapi tidak setelah aku mengenal Bang Roy. Laki laki asal Manado yang aku cintai Cinta telah membutakan mataku. Aku mencintainya, sehingga tak segan aku harus memberikan segala hidupku padanya. Hatiku, cintaku, bahkan kehormatanku yang seharusnya aku jaga. Aku tak tahu kenapa, aku pasrah pada semua kata – katanya. Sungguh membuat aku tergila – gila.

Hingga akhirnya aku harus menanggung semua ini.. Awal dari semua petaka. Ya, aku harus menghadapi keadaan yang sulit. Sesuatu yang tak terpikirkan olehku. Sangat pekat. Aku hamil di luar nikah. Aku tahu bahwa ini adalah benih bang Roy. Yang membuat aku semakin remuk, bang Roy pergi meninggalkan aku. Tak tahu kemana !

Orang tuaku menganggapku sebagai aib keluarga.

“tidak ada tempat untuk seorang penzinah seperti kamu di rumah ini “, kata papaku.

“kalau aku tahu kau begini, sudah kubuang kau setelah kulahirkan”, timpal mamaku.

Tidak ada harapan bagiku untuk terus hidup dengan keluarga ini. Keluarga yang telah memberiku nafas kehidupan. Bagian yang telah mengajarkan aku tentang kehormatan. Orang tua yang telah mendidik aku untuk menjadi wanita yang punya harga diri. Benar kata papaku, “Tidak ada tempat buat pelacur di dunia ini

########

Amplop kuning yang baru tadi pagi ini kuterima, masih kubolak balik. Aku menghela nafas panjang, mencari waktu yang tepat untuk membukanya. Aku tahu sebentar lagi waktu berbuka. Sedangkan aku masih belum menyiapkan semuanya. Aku masih memikirkan tentang surat ini. Ada perasaan cemas, bahagia, takut, dan khawatir. Semuanya menyatu jadi satu. Masih saja kupandangi surat ini. Mencoba menebak apa isinya. Apakah ini pertanda hidup masih belum lelah mempermainkanku ? .

##########

Aku tak punya siapa – siapa lagi. Kupandangi rumahku sekali lagi sebelum aku menginjakkan kaki lebih jauh lagi. Ada perasaa sedih yang luar biasa ketika kulihat mamaku menangis. Ketika adikku Dea memanggil namaku. Sekali lagi kupandangi wajah – wajah yang menemaniku selama ini.

#########

Aku akan menjadi gelandangan atau mati dengan bangkai dimakan anjing liar, jika aku tidak bertemu mama Susi. Ya, mama Susi orang yang telah memberikan aku kehidupan baru. Orang yang membukakan mataku bahwa hidup itu keras dan butuh perjuangan. Wanita yang telah mengajarkan aku bagaimana menjalani hidup baruku saat ini. Perempuan yang mengatakan bahwa aku sangat cantik dan pantas dipuja oleh laki – laki. Menjadi seorang Primadona.

Setahun lebih aku menjadi anak kesayangan Mama Susi. Sebagai pengelola salah satu agency penyalur “ Lady Escort “ – ternama di kota ini. Dia cukup pintar mencari pasar. Dia menjadikan kami bukan hanya sekedar wanita penghibur, tapi juga menjadi bintang idola. Aku kini benar – benar menjadi pelacur. Salah satu profesi yang paling aku kutuk dulu. Nasib membawaku untuk menjalani ini semua.

“ Hidup itu keras Rahma, kita harus bisa mencari celah kehidupan kalau kita ingin hidup”, kata Mama Susi sesekali padaku.

Mama Susi bukan mucikari kacangan. Tidak semua laki – laki bisa menggunkan jasa agency yang dia pimpin. Hanya orang – orang tertentu. Biasanya dari golongan pejabat atau para konlomerat tingkat atas. Pejabat pun tidak sembarangan, semua harus diseleksi dengan ketat. Dia mengembangkan operasinya dari mulut kemulut, no Hp, bahkan Internet. Ya , internet ! jaman sekarang siapa sih yang tidak tahu friendster ! bahkan anak SMP pun rata – rata sudah sangat mengenalnya.

Begitulah hidupku selama ini, sampai aku ke membuka halaman Friendsterku malam itu …..

##########

Masih saja aku bimbang untuk membuka surat ini. Aku tahu isinya pasti sangat penting. Bahkan aku yakin akan merubah beberapa kehidupanku. Dipojok surat itu terdapat sebuah tulisan “ Untuk Adinda yang menghiasi mimpi-mimpiku”. Aku tak tahu apakah aku pantas menerima kalimat itu. Setelah semua yang aku lakukan selama ini. Kata yang dengan tulus di tuliskan oleh kak Syaiful, Orang yang masih bersih bahkan sangat putih bagiku….

#########

“ Assalamualaikum. sorry, tapi aku pernah lihat foto kamu di sebuah friendster agency. benar kan !!! aku nggak mau bahas masalah itu, cuma aku tahu kamu bukanlah orang yang selama ini orang lain menilai tentang diri kamu...Aku tahu dari mata kamu...kamu menyimpan banyak duka Rahma ...aku juga butuh teman bicara...mungkin kita bisa jadi teman ngobrol...aku percaya sama feeling ku, kalo kamu tetap wanita terhormat !ni no HPku : 085648xxxx hubungi aku jika kamu butuh bantuan, ataupun teman berbagi...

Thanks “

Itulah kira – kira message yang dikirim kak Syaiful padaku malam itu. Message yang tak lazim aku terima. Biasanya merupakan perjanjian dengan seorang yang tertarik menjadikanku wanitanya. Tapi orang ini,akh…benar – benar aneh.

Aku merasa dia benar – benar merasakan apa yang kurasakan. Teriakan batinku selama ini. Apakah benar – benar aku menginginkan kehidupan seperti ini. Kehidupan yang tak tahu untuk apa menjalaninya. Kucoba untuk benar – benar menghubungi orang ini dari no ponsel yang diberikannya padaku di messagenya.

#########

Kami berjanji bertemu pagi ini. Disebuah rumah makan. Kak Syaiful, orang yang berada didepanku saat ini. Orangnya biasa, tapi memancarkan aura tersendiri. Suaranya pelan tapi jelas. Nampak bahwa orang ini sudah paham bagaimana bicara dengan seorang wanita. Matanya memang tak sepenuhnya memandangku, kadang dia merunduk ketika ku coba menggodanya. Luar biasa laki – laki ini.

Kucoba untuk menceritakan kehidupanku padanya. Dari perkenalanku dengan Bang Roy, diusir orang tua, hingga profesiku saat ini. Dia mencoba mamahami masalahnya. Entah kenapa aku begitu saja menceritakan masalah pribadiku padanya. Sesuatu yang tidak semestinya ku ceritakan pada laki – laki yang baru kukenal. Tapi dari sini juga, aku tahu kalau dia juga pernah merasakan sakit hati. Dia juga pernah ditinggal oleh seorang wanita. Wanita yang dicintainya, memilih menikah dengan orang lain. Tapi aku sama sekali tak melihat amarah dimatanya. Tidak ada dendam dalam perkataannya.

“ Dik, kamu tahu nggak, kalo ketika kita lahir…kita adalah orang yang suci tanpa dosa. Allah memberi kita kehormatan yang sama. Lalu apakah kita tidak malu, ketika menghadap dia dengan keadaan yang tidak suci “, katanya padaku.

“ Kak, apakah kakak merasa bahwa aku juga berharap seperti ini. Tapi Allah juga yang memberiku jalan seperti ini !”

“ Allah memang memberikan kita pilihan tapi kita sendiri yang memilih jalan kita.”

“kak, waktu itu keadaanku benar – benar buntu !”

“masa lalu tak usah disesalkan. Hidup tuh nggak pernah berjalan ke Belakang.Selalu ke depan. Aku harap kamu bisa menatap masa depan kamu secerah matahari dan selembut bulan, aku yakin kamu masih menyimpan mimpi seperti itu”

“kak, apakah hidup masih bisa menerimaku ???, dan bagaimana dengan orang – orang yang aku kecewakan ?, aku sudah membuang jauh – jauh harga diri dan kehormatan.”

“Kamu cukup minta padaNya. Pada Allah…Allah sanggup membuat langit…sanggup membuat gunung, laut, Bumi, lalu apakah mungkin dia tak sanggup membuat kamu bahagia! ”

Aku Cuma terdiam.. mencoba meresapi kata – katanya.

“ Yuk sholat dzuhur, udah Adzan tuh. Kita ke Musholla itu aja ya !”

Kakiku bergetar ketika pertama kali aku masuk Musholla di rumah makan ini. Walaupun aku Muslimah, sudah setahun lebih aku tidak menyentuh sajadah. Airmataku benar – benar berlinang. Aku memang tidak sholat saat ini, tapi ketika aku melihat kak Syaiful sujud, hatiku seperti dihantam baja. “Kak Syaiful, AAAAku …..”, suaraku terhenti di kerongkongan

##########

Aku memang masih tinggal dengan Mama Susi. Tapi semenjak pertemuan pertamaku dengan kak Syaiful, tidak ada lagi perzinahan. Aku tidak lagi menemani tamu laki – laki.

Pikiranku seolah – olah selalu tertuju pada diri kak Syaiful. Aku bingung harus bagaimana. Aku tak tahu harus melangkah kemana. Di satu sisi aku ingin sekali kembali ke jalan yang benar. Aku ingin sekali menghadap Allah nantinya dengan bangga. Dengan kehormatan yang masih kumiliki, disisi lain aku berhutang budi pada Mama Susi. Dan lagi apakah masih ada harapan dan maaf bagiku.

Aku bimbang saat ini. Aku resah dengan pikiran pikiran ku sendiri. Apakah kedudukanku sebagai pelacur membuat aku tidak lagi menjadi seorang wanita. Apakah kesalahanku menghilangkan kodratku untuk mencintai makhluk tuhan lainnya. Apakah aku tetap seorang perempuan yang dapat terbang dengan romantisme romantisme perasaan. Ataukah yang kurasakan hanyalah nafsu yang biasanya ku suguhkan pada laki laki lain. Atau hanya sekedar penasaran, karena tidak bisa menundukkan laki laki yang tatapannya tak pernah bertemu mataku. Laki laki pemalu yang mengajakku mengenal Tuhan kembali. Atau mungkin ini adalah kerinduan pada cinta yang sudah sedemikian lamanya meninggalkan aku.

Lalu dimana Allah itu ??? apakah dia ada Arsy, di langit ketujuh sedang manatapku??. Atau Dia ada di dekatku, membuka jalan hidupku, dan tersenyum kepadaku. Mungkinkah Allah menerimaku ? setelah sedemikian lamanya kugadaikan hidupku pada dunia. Apakah Allah sudah meninggalkan-ku, karena sudah terlalu menjijikannya diriku. Bukankah Allah ada dimana mana?? Sehingga kebesaranNya tak sanggup kubayangkan. Lalu mana mungkin Dia meninggalkan aku. Oh,, ya Allah… engkaulah maha pengampun. Terimalah aku yang nista ini ya Allah..Ampunilah aku..

Air mata ini terus berlinang semalaman. Sungguh sudah lama aku meindukan airmata ini.

##########

Setelah beberapa kali aku bertemu dengan kak Syaiful, Hatiku benar – benar luluh padanya. Dia juga sangat menghormati aku. Lewat kata – katanya, lewat tatapan matanya. Dia bahkan sama sekali belum menyentuhku. Pernah aku bertanya apakah akan terasa indah sebuah hubungan cinta antara 2 manusia tanpa sebuah hubungan fisik. Dia hanya tersenyum, lalu dengan tenang dia menjawab

“ Cinta itu bukan hanya hubungan fisik. Ada banyak cara untuk membangkitkan romantisme dalam sebuah hubungan.”

“maksud kakak ?”

“ya, kamu pernah ngerasa nggak pada saat kamu jatuh cinta, maka apa yang kamu pikirkan semuanya terasa inda padahal kamu tidak bertemu dengan orang itu ? Apakah kamu pernah merasa rindu pada seseorang yang kamu cintai, lalu dia datang dalam mimpi kamu ? Indah kan ! lalu pada saat Allah menyuruh kita menjaga pandangan pada lawan jenis, kamu akan merasa indah pada saat kamu dengan malu – malu sesekali melirik orang yang kamu cintai. Dik, Allah itu adil. Kamu masih akan merasakan romatisme, tanpa harus melanggar ajaranNya.”.

Baru sekarang aku mendengar kata – kata seperti itu dari seorang laki – laki. Atau mungkin selama ini aku yang tak pernah tahu akan keindahan cinta, dan terlalu sering bertemu laki – laki yang berpikiran kotor.

########

Langkah ku semakin mantap untuk meninggalkan ruma mama Susi. Sekarang aku menjadi seorang penjaga sebuah Binatu. Walaupun harus hidup sederhana, hatiku kini tenang.Aku kini merasa utuh menjadi seorang wanita sejati. Wanita yang terhormat. Kak Syaiful mengajarkan aku menjadi seorang yang punya harga diri.

Besok adalah hari pertama Ramadhan. Sebelum ke luar kota kak Syaiful sempat berpesan padaku.

“Dik, bagaimana kondisimu ? kamu nyaman sekarang ?”

“Alhamdullillah kak. Tapi aku masih ragu, apakah aku masih bisa dimaafkan ? apakah aku masih bisa diterima orang lain ?”

“Allah maha pemaaf. Manusia manapun tidak punya hak memutuskan apakah seseorang itu benar – benar bersalah atau tidak. Begini saja, besok kan sudah mulai puasa.. kamu sudah lama kan tidak berpuasa ? puasa ya. Allah pernah berjanji, Barang siapa yang menjalani puasa Ramadhan benar – benar karena Iman maka Allah akan mengampuni dosa – dosanya dan mengabuli semua permintaannya. Janji Allah selalu benar. Kamu minta ampun sama Allah dan minta semua permohonan kamu. Semuanya. InsyaAllah nantinya akan terkabul!”

########

Ramadhan kali ini terasa lain bagiku. Setelah 2 tahun aku memang tidak pernah merasakan lagi kenikmatannya. Ya, awan gelap telah menutupi mata dan hatiku selama ini. 2 tahun setelah aku diusir oleh orang tuaku. 2 tahun setelah aku menjadi orang yang terbiasa dengan tangis dan senyum diwaktu yang bersamaan. Setelah aku menjadi orang rapuh dan kehilangan arah. Menjadi kupu – kupu yang biasa terbang sendiri, tanpa harus berpegang pada orang lain. Ya, Ramadhan kali ini memang begitu berbeda. Ramadhan Kali ini aku benar benar menjadi seorang wanita terhormat

Amplop ini masih saja kupegang. Sudah 2 minggu kak Syaiful pergi keluar kota. Surat ini dikirimkannya, dan baru tadi pagi ku terima. Sebentar lagi senja Ramadhan datang, waktunya berbuka. Kuberanikan diriku membuka surat itu. Dan kumantapkan membaca isinya. Semoga bukan berita buruk. Selama puasa aku selalu berdoa pada Allah, akan kebaikan kak Syaiful, akan pengampunan dosa – dosaku, dan aku tetap menjadi orang beriman. Isi surat itu ternyata cukup singkat. Dengan menangis aku membacanya,

“ Dik Rahma. Maukah kamu menjadi Istriku? “

Kubaca isi surat. Sambil kupejamkan mataku. Sayup – sayup Adzan Magrib berbunyi tanda waktu berbuka puasa sudah datang. Oh.. indahnya senja Ramadhan.

Tanya Mbah Google

Shout Me !!!


ShoutMix chat widget